Tanjakan Sport Friday, February 8, 2013 Makam Syekh Mansur di Cikadueun PANDEGLANG, Bila anak bangsa sudah mulai melupakan sejarahnya, maka hilanglah kebesaran generasi bangsanya. Manusia adalah makhluk pelupa. Kemarin seharusnya menjadi sejarah hari ini. Hari ini menjadi sejarah esok hari. Dan esok menjadi sejarah untuk lusa yang lebih baik.
Mengenal Tokoh Syekh Maulana Mansyuruddin Cikadueun, Pandeglang. Syekh Maulana Mansyuruddin, Cikadueun, Pandeglang, Banten. Bila anak bangsa sudah mulai melupakan sejarahnya, maka hilanglah kebesaran generasi bangsanya. Manusia ialah makhluk pelupa. Kemarin seharusnya menjadi sejarah hari ini.
Sejarah syekh mansyur cikaduen banten, bersama kuncen kasepuhan Abah Saefulloh, dalam risalahnya Syekh mansyur cikaduen, merupakan salah satu sultan banten yang ke 7, selepas ayahnya
Sumber lain mengatakan, Syekh Mansyur Cikadueun adalah ulama besar yang berasal dari Jawa Timur yang hidup semasa dengan Syehk Nawawi al Bantani. Kedua tokoh tersebut terlibat langsung dalam perang Diponogoro ditangkap oleh Belanda, Syekh Mansyur dikejar oleh Belanda dan akhirnya menetap di kampung Cikadueun, Syekh Nawawi kembali ke Mekkah.
ESNBanten- Makam Syekh Mansyur terletak di Kampung Cikadueun, Desa Cikadueun, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Menurut kisah yang berkembang di masyarakat , Syekh Mansyur berkaitan dengan riwayat Sultan Haji atau Sultan Abu al Nasri Abdul al Qahar, Sultan Banten ke tujuh yang merupakan putera Sultan Ageng Tirtayasa.
HwVq.
sejarah syekh mansyur cikadueun